Pakar politik kenamaan Amerika Serikat (AS) Noam Chomsky mengatakan aksi sepihak Negara Yahudi adalah pembantaian terhadap warga Palestina.
"Pembantaian di Gaza bukan tentang menghancurkan Hamas. Bukan tentang roket-roket yang meluncur dari Gaza ke Tel Aviv," Chomsky mengatakan itu, seperti disimpulkannya dalam akun twiter miliknya, Ahad (18/11).
Zionis Israel menghujani wilayah blokade di Gaza dengan rudal-rudal canggih, menggunakan senjata berat dan mematikan seperti laiknya peperangan. Kapal angkatan laut Negara Yahudi itu juga ikut membantu pembantain kali ini. Puluhan warga tewas, ratusan mengalami luka dan kritis.
Namun menurut dia serangan itu dialamatkan ke penduduk sipil yang tidak bersenjata. Armada serang itu dijelaskan dia membidik kamp-kamp kumuh warga Gaza, merubuhkan sekolah-sekolah, blok apartemen, dan rumah ibadah bagi semua agama.
Warga Gaza tidak memiliki pertahanan dan angkatan perang, apalagi jet tempur. Warga Gaza memiliki hak untuk melindungi wilayah sisa okupasi paksa Zionisme tersebut.
"Ini adalah tahap akhir dari kampanye lama untuk pemebersihan etnis," lanjut Chomsky.
Chomsky menolak pernyataan bela diri versi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu maupun otoritas negara lain, seperti Presiden Barack Obama yang mengatakan serangan udara adalah bentuk hak dari pembelaan diri suatu negara dari ancaman bahaya pihak luar.
"Anda buta dan tidak bisa melihat ketika serdadu anda menduduki tanah yang bukan milik anda. Itu bukan pertahanan. Siapapun anda itu bukan pertahanan," tulis dia.
5 Balita Palestina menjadi Korban dari Pembantaian Israel
Tujuh warga sipil Palestina dikabarkan tewas dalam serangan udara Israel ke Jalur Gaza, Ahad (18/11). Israel mengancam akan terus memperluas jangkauan target dan meningkatkan serangannya ke Palestina.
Salah seorang pejabat kesehatan di rumah sakit Gaza, Ashraf Al-Kidra, mengatakan lima dari tujuh orang korban tewas masih anak-anak dan balita. Israel merenggut nyawa anak-anak tak berdosa tersebut ketika serangan udara jet tempur Israel yang menghantam sebuah rumah bertingkat tiga di kota Beit Lahiya.
Seperti dilansir Arabnews, Al-Kidra merinci korban tewas tersebut adalah dua bayi, seorang gadis balita tiga tahun, dan seorang anak lima tahun. Keempat korban tewas adalah satu keluarga.
Al-Kidra juga menambahkan, selain di rumah bertingkat tersebut, sebuah rudal juga menghantam ke sebuah mobil milik pejuang Hamas yang berlokasi tak jauh dari kamp pengungsi Shati di dekat Gaza City. Akibat serangan tersebut seorang gadis berusia 11 tahun tewas ditempat.
Selain itu, serangan udara Israel telah menghancurkan dua bangunan bertingkat tinggi di Jalur Gaza. Bangunan tersebut adalah pusat media Palestina. Kerusakan terparah adalah lantai atas stasiun TV Hamas, Al Aqsa, dan stasiun penyiaran Lebanon, Al Quds TV yang dianggap sering menyiarkan simpatik terhadap Palestina dan Dunia Islam.[Republika]
Read more