Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) telah menerima sebanyak 50 laporan pengaduan terkait program ini. Pokok pengaduan yang diterima KPI banyak menekankan pada aspek etika. Para pelapor menilai tayangan Super Trap edisi ini telah melanggar kesantunan.
"Sudah banyak pengaduannya, kami sedang pelajari laporannya juga tayangannya. Saat ini sudah ada sekitar 50 laporan yang masuk dan akan terus bertambah," ujar Komisioner KPI Nina Muthmainnah Armando sebagaimana yang dilangsir oleh media Online merdeka.com
Program Super Trap edisi Minggu (25/11) kemarin mendapat banyak hujatan. Dalam edisi ini, tim Super Trap bermaksud menjaili para pengguna toilet umum dengan memasang kamera di dalamnya.
Salah satu kecaman terhadap Acara tersebut bisa kita baca dalam Suara pembaca di Eramuslim.com ini
Pihak Trans TV Minta maafTadi malam saat saya menyalakan TV tiba-tiba mata berhenti pada chanel Trans TV. Acara supertrap kali ini menurut saya benar-benar keterlaluan. Tepatnya minggu malam jam 20.00 tanggal 25 november 2012. Bayangkan, mereka meletakkan hiden camera di kamar mandi umum. Hingga setiap orang yang buang hajat akan Nampak auratnya.Memang itu kamar mandi buatan khusus untuk acara super trap. Karena bisa bergoyang naik turun lantainya. Yang jadi masalah adalah setiap laki-laki yang menurunkan celananya dan setiap perempuan yang mengangkat roknya jelas terlihat sekali.Walaupun bagian auratnya tidak Nampak karena oleh pihak supertrap dipasang sensor dengan bentuk emoticon. Namun tetap saja ini pelecehan. Walaupun semua korban diakhir acara menyatakan senang dengan acara ini. Tapi buat anak saya yang masih SD tentu sangat tidak paham.Yang paling parah adalah seorang ibu pakai jilbab usia 40 atau 50 an yang kebingungan dalam posisi duduk di kloset. Kloset tersebut tiba-tiba naik ke atas melewati batas dinding kamar mandi, hingga ia dapat dilihat oleh orang banyak. Dengan posisi yang tentu saja masih terbuka auratnya.Teiakannya memang membuat lucu. Namun auratnya yang terbuka apalagi posisi ia duduk di kloset adalah aib yang tidak pantas ditayangkan dan dilihat orang banyak. Sekalipun aurat tersebut ditutupi dengan emoticon.Apakah tidak terpikir, emoticon itu hanya menutupi layar setelah di edit. Kejadian sesungguhnya tentu dilihat dengan mata telanjang yang disaksikan orang banyak yang lalu lalang. Sungguh perbuatan pelecehan apalagi ia adalah seorang ibu yang menggunakan jilbab.Netters sekalian, jika yang terjebak di dalam itu adalah keluarga saya, tentu saya tidak akan rela akan hal ini. Ditayangkan di TV nasional yang disaksikan banyak orang. Kita harus bereaksi pada peristiwa ini. Untuk itu mari kita laporkan kejadian ini ke http://www.kpi.go.id/KPI ( Komisi Penyiaran Indonesia ) dapat menjadi saluran protes kita. Bisa di akses ke link di atas, atau SMS ke no 0812 130 70 000. Semoga dunia pertelivisian kita hari demi hari semakin baik dan berkualitas. – Pembaca-
"Kepada Pemirsa mohon maaf atas tayangan @supertrapttv malam ini," demikian permintaan maaf dari akun twitter resmi TransTV, Senin (26/11).
Pihak TransTV berjanji melakukan evaluasi. Mereka berharap peristiwa seperti ini tidak terulang lagi.
"Evaluasi akan kami lakukan untuk perbaikan tayangan yang akan datang. Terimakasih," tulis mereka.[merdeka/eramuslim]