Anggaran DPR untuk setiap kegiatannya memang sangat tidak rasional. Beberapa kali DPR menjadi topik hangat gara-gara rencana anggarannya yang sangat tinggi. Anda tentu masih ingat dengan rencana pembelian kursi DPR yang menelan biaya mencapai puluhan miliar? Belum lagi, anggaran untuk perjalanan dinas para wakil rakyat ke luar negeri yang juga menelan banyak sekali biaya. Bahkan, perjalanan ke luar negeri beberapa waktu yang lalu justru dimanfaatkan untuk berbelanja dan jalan-jalan, bukannya menarik sebuah ilmu untuk diterapkan di tanah air. 2011 lalu, DPR pernah membuat berita tentang keperluan biaya untuk menggarap website resmi www.dpr.go.id. Tak tanggung-tanggung, saat itu uang sebesar 9,7 M yang dibutuhkan untuk membangun sebuah pusat informasi online tentang DPR. Yang mengherankan adalah, pada kenyataannya, uang sebesar itu sangat tidak masuk akal untuk membuat sebuah website dengan standar yang sangat bagus. Soal Anggaran yang fantastic terungkap ke Publik setelah mencuatnya email :komisi8@yahoo.com ,
saat kunker ke Australia beberapa waktu lalu, komisi VIII bertemu dengan PPI. Disana saat sesi diskusi tanya jawab, seorang peserta sempat menanyakan alamat email komis VIII. Anggota komisi sempat kebingungan menjawab, tapi akhirnya ada yang menjawab email komisi VIII adalah Komisi8@yahoo.com. Namun ternyata alamat email itu tidak ada.
dan untuk pengingat, kami lampirkan Video terkait email :komisi8@yahoo.com
dan setelah mencuatnya Email komisi8@yahoo.com , Peneliti Indonesia Budget Centre (IBC),Roy Salam , mengungkapkan, dalam pos anggaran Sekretariat Jenderal DPR tahun 2010 terdapat anggaran sebesar Rp 9,75 miliar, yang terdiri dari biaya pemeliharaan website senilai Rp 8,4 miliar per tahun dan biaya pemeliharaan situs www.dpr.go.id senilai Rp 1,3 miliar.
Akan tetapi, apa yang tersaji dalam situs informasi DPR masih menuai kritik. Selain substansi yang dinilai tidak informatif, proteksi situs dan penyediaan akun e-mail resmi bagi anggota Dewan juga masih dipertanyakan. sebagaimana diberitakan kompas.com (11/5/2011)
Bandingkan dengan Website Murah Tetapi terkesan Resmi ini
Budget Besar DPR Untuk Membuat Website Halaman Awal Web Korea Utara http://www.korea-dpr.com Sebagai bahan perbandingan, Korea Utara yang memiliki sebuah website yang saat pertama melihatnya, akan terkesan bahwa web tersebut adalah web resmi pemerintahnya. Ternyata, situs itu berisi tentang seluruh informasi tentang negara tersebut yang dibuat dengan tujuan membina hubungan internasional dalam bidang budaya, persahabatan, diplomasi dan bisnis antara Republik Demokratik Rakyat Korea dan negara-negara dunia lainnya. Dikutip dari Wired.com, diperkirakan untuk template website Korut tersebut hanya seharga USD$ 15 atau kalau dikonversikan hanya sekitar Rp 140.000 – 150.000 saja. Dengan harga murah tersebut, Korut berhasil membuat sebuah website dengan kesan “resmi” yang sangat terasa. Silahkan lihat sendiri di website Korea Utara. Tulisan ini dibuat hanya untuk membandingkan saja, bahwa untuk menampilkan sebuah impresi, atau kesan yang sangat kuat, tidak dibutuhkan biaya yang membengkak. Dengan dana yang cukup dibantu dengan tenaga yang kompeten, DPR seharusnya bisa membuat tampilan website yang “Resmi”. Tengok saja Korea Utara yang tidak malu menggunakan template murah untuk website umum tentang negaranya. Bahkan, dalam page sourcenya, dapat diketahui darimana sumber template tersebut diambil.[tribun/uniqpost/kompas]