Breaking News
Loading...
Jumat, 30 November 2012

Inilah Sikap Israel Dan Amerika Ketika PBB Mengakui Palestina Sebagai Negara

 Pada voting yang berlasung di PBB, 138 negara mendukung Palestina, 41 abstain dan sembilan negara menolak. Status baru yang disandang Palestina saat ini menjadikan negara tersebut setara dengan Vatikan. Palestina pun sanggup memasuki badan-badan hukum PBB lainnya.Dan dari sejak awal negara yang paling menentang terhadap pengakuan Palestina sebagai Negara adalah Israel dan Amerika.

Setelah Negara negara penentang terhadap Pengakuan Palestina sebagai Negara kalah suara dalam Voting tersebut ,maka  bagaimana Tanggapan Israel dan Amerika terhadap Keputusan tersebut?

1.Sikap Amerika


Kalah suara di Sidang Umum PBB, negeri Paman Sam itu menyeru Palestina dan Israel agar melanjutkan pembicaraan perdamaian. "Amerika Serikat menyeru kedua pihak agar melanjutkan pembicaraan langsung, tanpa prasyarat, mengenai semua masalah yang memecah mereka. Dan kami berjanji Amerika Serikat akan ada untuk mendukung semua pihak secara aktif dalam upaya semacam itu," kata Duta Besar AS untuk PBB Susan Rice.

"Amerika Serikat akan terus mendesak semua pihak agar menghindari tindakan provokatif lebih jauh di wilayah tersebut, di New York atau di tempat lain," kata Rice setelah pemungutan suara untuk menentang resolusi itu.

2.Sikap Israel

Duta Besar Israel untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berkomentar usai Palestina berhasil meraih status baru di organisasi besar itu. Menurutnya, voting keanggotaan Palestina di PBB adalah hadiah dari upaya teror dan hal itu bukanlah kekalahan bagi Israel.

"Kekalahan Israel? Saya rasa tidak. Mayoritas negara Arab menentukan pilihannya secara otomatis di PBB. Hanya 87 dari 193 negara di PBB yang merupakan negara demokrasi. Ini  menujukkan bahwa, lebih dari 100 negara anggota PBB adalah negara dengan pemerintahan represif. Palestina bergantung para mereka, dan hal itu tidak bisa dikatakan sebagai kekalahan Israel," ujar Prosor, seperti dikutip Globe, Jumat (30/11/2012).

"Secara faktual, voting itu adalah hadiah dari upaya terorisme, hadiah bagi siapapun yang melanggar perjanjian, dan hadiah bagi mereka yang mengelak dari negosiasi," tegasya.

Prosor berpendapat pula, sejumlah negara-negara yang mendukung Palestina memiliki satu tujuan yaitu memperkuat posisi Mahmoud Abbas sebagai Presiden Otoritas Palestina. Prosor pun menyebut pidato Abbas sebagai ucapan yagn penuh akan kebencian dan kebohongan.

"Tidak ada satu kata dalam pidatonya mengenai pengakuan Israel sebagai Negara Yahudi, tidak ada sepatah katanya yang menyinggung keamanan Israel dan negosiasi," paparnya.

Israel sebelumnya berharap, Palestina akan sadar bahwa, satu-satunya cara untuk membangun negara adalah melalui jalur dialog. Status pemantau yang baru disandang Palestina saat ini dinilai Israel sebagai ancaman bagi kelanjutan dialog damai. Prosor turut menyinggung peristiwa yang terjadi 65 tahun yang lalu di saat PBB melakukan voting untuk partisi wilayah Palestina menjadi tanah bagi bangsa Arab dan Yahudi.

Dalam pidatonya di Majelis Umum PBB, Abbas menyinggung masalah penindasan warga Palestina dan Nakhba. Namun Abbas menegaskan, kehadirannya di PBB tidak ditujukan untuk mendelegitimasikan Israel dan menghentikan proses negosiasi.[okezone/republika]


Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Inilah Sikap Israel Dan Amerika Ketika PBB Mengakui Palestina Sebagai Negara