Amerika Serikat masih dihantui tingginya angka kemiskinan. Sedikitnya 46,2 juta warga AS masih hidup di bawah standar. Dalam laporan tahunan yang diumumkan, Rabu (13/9), Kantor Sensus AS melaporkan, jumlah warga miskin mencapai 15 persen pada 2011.
Angka ini tidak banyak berubah dari statistik tahun sebelumnya sebesar 15,1 persen.Dalam laporan disebutkan, pada 2011, rata-rata pendapatan warga AS anjlok 1,5 persen dibanding 2010. Selisih antara warga kaya dan miskin juga semakin melebar dengan rasio pengangguran yang masih tinggi.
Dalam ekonomi sesuram ini di AS, bahkan memiliki tiga gelar tidak menjamin lolos dari kemiskinan. Saat ini jumlah pemegang gelar PhD di negara itu yang mengantre makan gratis dengan kupon bertambah lebih dari tiga kali lipat antara 2007 dan 2010 menjadi 33.655.
Perlu diketahui kupon makan dan bentuk bantuan kesejahteraan serupa diberikan khusus oleh negara kepada tuna wisma dan pengangguran. Itu artinya banyak lulusan PhD di AS saat ini yang tak memiliki cukup uang untuk menanggung biaya makannya sendiri.
Jumlah pemegang gelar master dalam antrean makan berkupon juga melonjak hampir tiga kali lipat dalam periode yang sama, menjadi 293.029 orang, masih berdasar laporan yang sama seperti dirilis Huffington Post awal pekan ini.
Peningkatan penerima kupon makan di kalangan PhD hanyalah satu indikasi terkini betapa Amerika masih berjuang dalam kejatuhan ekonomi. Secara keseluruhan jumlah penerima kupon makan di AS, meningkat 43 persen selama tiga tahun terakhir menjadi 46,3 juta penduduk, tercatat hingga Februari 2012 lalu, menurut Departemen Pertanian.
Termasuk dalam penerima adalah lulusan universitas dengan gelar tinggi yang biasa dianggap jaminan hidup sejahtera dan kesuksesan. Ekonomi memburuk di negara itu memaksa lulusan hukum---yang selama ini dianggap lahan paling menjanjikan di AS--banting setir mencari pekerjaan di luar profesi legal, demikian laporan US News dan World Report.[republika]
Selasa, 04 Desember 2012