Breaking News
Loading...
Sabtu, 20 April 2013

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) berharap agar kasus ini bisa diambil hikmahnya.

 Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) berharap agar kasus ini bisa diambil hikmahnya.

"Semoga ini bisa menjadi pelajaran berharga pada anak Indonesia untuk senantiasa menjaga dan menghormati agama, hukum, etika, dan moralitas," ujar Komisioner KPAI Asrorun Ni'am, sebagaimana yang diberitakan oleh detikcom, Sabtu (20/4/2013).

KPAI meminta pemerintah memblokir situs tersebut, karena bertentangan dengan norma dan etika. "Kasus video yang kemudian diupload di YouTube jelas bertentangan dengan norma agama, etika dan hukum. Untuk itu pemerintah segera memblokir atau meminta YouTube menghapusnya," sambungnya.

Asrorun mengatakan, anak-anak yang berjoget di video tersebut haruslah dibina dan diberi pendidikan. Harus ada tindakan yang dilakukan sekolah untuk memberikan efek jera.

"Langkah yang diambil sekolah dalam perspektif perlindungan anak sudah tepat," tutur Asrorun.

Dia meminta agar aparat melakukan tindakan preventif. Komisioner bidang Agama dan Budaya KPAI ini berharap agar kasus ini bisa menjadi pelajaran.

"Aparat harus segera mengambil langkah-langkah preventif dan antisipatif untuk mencegah dampak negatif dari kasus ini," pungkasnya.

Baca Selanjutnya Hal Ketujuh ==>Penjelasan Lengkap Kepala Sekolah SMAN 2 Toli Toli 

Baca sebelumnya <== 5 Pelaku Video Permainkan Sholat Dikeluarkan Dari Sekolah dan Gagal Ikuti Ujian Nasional (UN) 

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) berharap agar kasus ini bisa diambil hikmahnya.