Breaking News
Loading...
Kamis, 04 April 2013

Tim Invistigasi TNI : Penyerang LP Cebongan Adalah 11 Oknum Kopasus

Tim Investigasi Angkatan Darat mengungkap tentang pelaku penyerangan Lapas II Cebongan, Sleman, Yogyakarta pada 23 Maret 2013, yang sampai menewaskan empat tahanan, adalah anggota TNI AD, berjumlah sebelas orang dari Grup II kopassus, Kandang Menjangan, Kartosuro.

"Serangan LP Cebongan, Sleman, pada 23 Maret 2013 pukul 00.15 WIB diakui dilakukan oleh oknum anggota TNI AD, dalam hal ini grup II kopassus Kartosuro yang mengakibatkan terbunuhnya empat tahanan," kata Wakil Danpuspom TNI AD Brigjen Unggul K Yudhoyono di Jakarta, Kamis (4/4/2013).

Unggul yang juga Ketua Tim Investigasi TNI AD dalam kasus ini mengakui, investigasi selama enam hari ini sudah sampai menemukan pelaku sembilan orang karena pengakuan secara jujur dan ksatria. Mereka juga bertanggungjawab atas serangan ke LP Cebongan.

Motif penyerangan sembilan orang ini tak terlepas dari kasus pembunuhan yang dilakukan empat preman terhadap Serka Heru Santoso, yang juga anggota TNI AD pada 19 Maret 2013 di Hugos Cafe, dan aksi pembacokan terhadap mantan anggota kopassus Sertu Sriyono pada 20 Maret 2013.

CCTV LP Cebongan dibakar dan dibuang di Bengawan Solo


Pelaku penyerangan LP Cebongan, Sleman, mengambil, membakar dan membuang CCTV beserta rekamannya untuk menutupi jejak mereka. Rekaman CCTV itu sendiri sudah dibuang ke Sungai Bengawan Solo.

"Barang bukti yang diambil sudah dimusnahkan dan dibuang ke Sungai Bengawan solo," tutur Wakil Danpuspom TNI Brigjen Unggul K Yudhoyono dalam jumpa pers di Dinas Penerangan TNI AD, Jl Abdulrahman Saleh, Jakarta Pusat, Kamis (4/4/2013).

Pelaku penyerangan mengaku telah membawa CCTV itu. Sebelum dibuang ke sungai,CCTV itu sudah dirusak terlebih dahulu.

"Saya selalu ketua tim investigasi tetap menanyakan di mana dimusnahkannya? Dengan apa? Dan dijawab dengan jujur bahwa sebagian dibakar, dan sudah kita dapati," ujar Unggul.



TNI :Penerapan jiwa Korsa yang salah

"Dilandasi jiwa korsa yang kuat sebagai prajurit karena mendengar Serka Heru Santoso dibunuh secara sadis, tragis dan brutal oleh kelompok preman. Yang notabene Serka Heru Santoso adalah atasan langsung pelaku (eksekutor berinisial U - red) yang pernah menyelamatkan dirinya saat menjalankan tugas operasi," kata Ketua Tim Investigasi Wadan Puspom AD Brigjen TNI Unggul K Yudhoyono.

Hal tersebut dia katakan saat jumpa pers di kantor Dispenad, Jl Abdul Rahman Saleh, Jakarta Pusat, Kamis (4/3/2013).

Namun dia menegaskan bahwa penerapan jiwa korsa dalam hal ini adalah sesuatu yang keliru. "Akan tetapi penerapan jiwa korsa dalam situasi ini adalah penerapan jiwa korsa yang tidak tepat," katanya.

Sang pelaku pun siap mempertanggungjawabkan perbuatannya. "Pelaku siap mempertanggungjawabkan apapun risiko atas dasar kehormatan prajurit ksatria," imbuhnya.
"Penyerangan berakibat pada pembunuhan ini bermotif pada tindakan reaktif karena besarnya jiwa korsa dan dan membela rasa kehormatan satuan," tambah Unggul yang juga menjabat

Serka Heru Santoso merupakan pejabat Bintara Peleton kopassus yang notabene atasan langsung para pelaku yang juga pernah berjasa menyelamatkan pelaku saat melaksanakan tugas operasi. Sementara Sertu Sriyono adalah mantan kopassus yang notebene merupakan rekan pelaku saat latihan komando.

"Peristiwa tersebut ditarabelakangi jiwa korsa yang kuat di mana jiwa korsa merupakan roh setiap kesatuan militer. Namun, diakui kegiatan serangan ke Lapas II Cebongan adalah penerapan jiwa korsa yang tidak tepat," ujar Unggul sambil menambahkan, bahwa hasil ini baru kesimpulan awal Tim.[Tribunews/detik]

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Tim Invistigasi TNI : Penyerang LP Cebongan Adalah 11 Oknum Kopasus